Selama 2024, semakin banyak gedung bertingkat di dunia dibangun menggunakan mass timber — kayu rekayasa masif seperti CLT yang kuat, ringan, dan menyimpan karbon. Apa yang dulu dianggap mustahil kini menjadi simbol konstruksi masa depan yang berkelanjutan.

Kuat, Cepat, dan Ramah Lingkungan

Komponen kayu rekayasa diproduksi presisi di pabrik lalu dirakit cepat di lokasi, memangkas waktu dan limbah. Selain memikat secara visual dengan kehangatan seratnya, material ini menyimpan karbon alih-alih melepaskannya seperti produksi beton dan baja.

Di Indonesia yang kaya sumber daya kayu dan bambu, semangat mass timber relevan untuk dikembangkan secara bertanggung jawab. Untuk hunian, penggunaan kayu rekayasa pada struktur atau interior menghadirkan estetika alami sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan.

Disarikan & ditulis ulang oleh redaksi RenovAsik dari berbagai sumber & laporan industri global.