Teknik konstruksi kuno rammed earth — memadatkan lapisan tanah dalam bekisting hingga membentuk dinding masif — mengalami kebangkitan dalam arsitektur berkelanjutan 2024. Hasilnya dinding berlapis indah dengan gradasi warna alami.

Sejuk, Kokoh, dan Membumi

Dinding tanah padat memiliki massa termal tinggi sehingga menjaga suhu ruang tetap stabil — sejuk di siang hari. Materialnya bersumber lokal, rendah energi, dan menghadirkan estetika hangat yang menyatu dengan alam.

Untuk Indonesia, prinsip ini selaras dengan tradisi bangunan tanah di berbagai daerah. Dengan teknik dan stabilisasi modern, rammed earth bisa menjadi pilihan dinding yang berkarakter, sejuk, dan ramah lingkungan untuk hunian tertentu.

Disarikan & ditulis ulang oleh redaksi RenovAsik dari berbagai sumber & laporan industri global.