Sektor pusat data atau data center di Indonesia mengalami transformasi masif pada 2026, didorong adopsi kecerdasan buatan secara nasional. Permintaan kapasitas pusat data meningkat signifikan seiring pertumbuhan layanan digital, komputasi awan, dan pemanfaatan AI di berbagai industri. Indonesia pun menjadi salah satu tujuan investasi data center paling menarik di kawasan Asia Pasifik saat ini.

Investasi Besar Mengalir

Salah satu proyek terbesar adalah data center milik Digital Edge di Bekasi dengan nilai investasi mencapai Rp75,38 triliun. Gedung pertamanya ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026, diikuti gedung berikutnya pada 2027. Selain itu, Sinarmas Group bersama investor Korea meluncurkan proyek data center senilai USD300 juta yang diharapkan selesai pada paruh kedua 2026, menambah deretan investasi besar di sektor ini.

Pertumbuhan ini erat kaitannya dengan ledakan e-commerce, layanan cloud, dan perusahaan fintech yang membutuhkan penyimpanan data berkapasitas tinggi dan aman. Permintaan kapasitas pusat data di Indonesia bahkan diperkirakan tumbuh sekitar 16,8 persen setiap tahun, mencerminkan besarnya kebutuhan infrastruktur digital nasional yang terus berkembang seiring digitalisasi di hampir semua lini kehidupan masyarakat.

Data center kini muncul sebagai salah satu segmen properti paling menarik, bersama logistik, kesehatan, dan pendidikan. Sektor logistik sendiri tumbuh berkat e-commerce dan konektivitas antarpulau yang terus membaik. Bagi industri konstruksi dan properti, tren ini membuka peluang besar dalam pembangunan fasilitas khusus yang menuntut standar teknis, keamanan, dan keandalan yang sangat tinggi.

Pembangunan data center juga menuntut keahlian konstruksi spesifik, mulai dari sistem pendingin, kelistrikan andal, hingga keamanan fisik berlapis. Hal ini menciptakan permintaan baru terhadap tenaga ahli dan kontraktor berpengalaman. Dengan tren yang diperkirakan terus menguat, data center menjadi salah satu motor penting yang menghubungkan dunia properti, konstruksi, dan transformasi digital Indonesia ke depan. Tren ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat infrastruktur digital di kawasan, sekaligus membuka peluang besar bagi industri konstruksi yang mampu memenuhi standar teknis dan keamanan tinggi.