Minat masyarakat memasang PLTS atap di rumah terus meningkat memasuki 2026, seiring naiknya biaya listrik dan kesadaran akan energi bersih. Pemerintah pun mengatur pemasangannya melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024 tentang PLTS Atap yang terhubung jaringan listrik umum. Aturan ini mengubah sejumlah ketentuan penting dibanding regulasi sebelumnya yang sudah berlaku beberapa tahun terakhir.

Perubahan Skema Kompensasi

Sebelum 2024, skema PLTS atap residensial menggunakan net-metering satu-banding-satu, di mana surplus listrik diakumulasi sebagai kredit yang menguntungkan pemilik. Aturan baru mengubahnya menjadi pendekatan yang lebih mirip net billing, di mana energi yang diekspor ke jaringan dihargai dengan formula berbeda dari tarif beli, umumnya lebih rendah. Pemasangan juga kini menggunakan sistem kuota per wilayah yang membatasi kapasitas.

PLTS atap yang terhubung ke jaringan listrik wajib mendapatkan persetujuan PLN terlebih dahulu, dan proses pengajuannya kini dapat dilakukan melalui aplikasi atau layanan digital PLN. Ketentuan ini ditujukan untuk menjaga keandalan jaringan listrik sekaligus mengatur pertumbuhan PLTS atap secara terkendali di berbagai daerah agar tidak mengganggu kestabilan pasokan dan distribusi tenaga listrik nasional.

Kebijakan tersebut dibuat untuk mengejar target ambisius 1 Gigawatt PLTS atap yang terhubung jaringan PLN serta 0,5 Gigawatt dari non-PLN setiap tahun. Target ini menjadi bagian dari upaya transisi energi bersih yang terus didorong pemerintah. Bagi pemilik rumah, memahami aturan ini penting agar instalasi berjalan legal, optimal, dan benar-benar memberi manfaat ekonomi jangka panjang.

Tren energi surya rumah tangga pun mencerminkan pergeseran kesadaran masyarakat terhadap kemandirian dan efisiensi energi. Meski skema kompensasi berubah, minat memasang PLTS atap diperkirakan tetap tinggi seiring turunnya harga perangkat. Ke depan, energi surya berpotensi menjadi bagian umum dari hunian Indonesia, sejalan dengan komitmen mengurangi emisi dan ketergantungan pada energi fosil. Memahami aturan terbaru sejak awal akan membantu pemilik rumah mengambil keputusan yang tepat, sehingga investasi pada energi surya benar-benar memberi manfaat sekaligus mendukung transisi energi bersih nasional.