Dunia desain interior tidak pernah diam. Namun bila ditarik benang merahnya, pergeseran selera dalam beberapa tahun terakhir bergerak ke satu arah yang jelas: dari ruang yang serba bersih dan dingin menuju ruang yang hangat, personal, dan terasa dihuni.
Hangat, Bertekstur, dan Berkarakter
Palet warna earthy seperti terracotta, hijau sage, dan cokelat tanah menggantikan dominasi putih dan abu. Tekstur kembali dirayakan melalui linen, rotan, kayu dengan serat yang terlihat, serta plester dinding yang tidak rata secara sengaja. Sentuhan personal seperti karya seni, buku, dan benda kenangan kembali diberi tempat, melawan estetika minimalis yang sempat terasa terlalu steril.
Fungsi Mengikuti Gaya Hidup
Pandemi mengubah cara orang memakai rumah, dan jejaknya masih terasa. Ruang kini dituntut fleksibel: sudut kerja yang menyatu dengan ruang keluarga, dapur yang menjadi pusat aktivitas, serta area luar ruang yang diperlakukan sebagai ruang tambahan. Furnitur multifungsi dan penyimpanan tersembunyi menjadi solusi favorit, terutama di hunian perkotaan yang luasnya terbatas.
Bagi pemilik rumah di Indonesia, tren ini menggembirakan karena memberi ruang untuk identitas. Tidak ada lagi keharusan mengikuti satu gaya kaku. Yang terpenting adalah menciptakan ruang yang nyaman, sesuai kebiasaan keluarga, dan tahan terhadap perubahan selera melalui pemilihan elemen dasar yang netral dan berkualitas.
Disarikan & ditulis ulang oleh redaksi RenovAsik dari berbagai sumber & laporan industri global.
