Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat Program 3 Juta Rumah sebagai agenda strategis pembangunan sosial-ekonomi nasional pada 2026. Untuk mendukungnya, dana sebesar Rp58 triliun dialokasikan dari APBN dan disalurkan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai modal pelaksanaan tahun ini. Target pembangunan tiga juta rumah per tahun menjadi salah satu program prioritas nasional yang diawasi langsung.

Skema dan Sasaran

Anggaran tersebut diarahkan ke beberapa skema, mulai dari rumah bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, insentif PPN ditanggung pemerintah untuk rumah komersial, hingga Kredit Pemilikan Perumahan. Pemerintah juga mengupayakan subsidi cicilan Rp600 ribu per bulan bagi pekerja, petani, dan nelayan agar beban angsuran lebih ringan dan kepemilikan rumah menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Salah satu sasaran khusus adalah satu juta rumah bagi pekerja yang dibangun dekat kawasan industri, untuk menekan biaya sewa dan transportasi. Pendekatan ini menjawab kebutuhan nyata pekerja muda yang ingin tinggal dekat tempat kerja. Program ini juga membuka ruang bagi perbaikan dan peningkatan kualitas rumah yang sudah ada, tidak hanya pembangunan baru dari nol, sehingga manfaatnya lebih luas.

Keberhasilan program ini menuntut koordinasi erat antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, dan pengembang. Ketersediaan lahan yang terjangkau, kelancaran pembiayaan, dan kemudahan perizinan menjadi faktor penentu di lapangan. Tanpa sinergi yang baik, target ambisius tiga juta rumah per tahun berisiko sulit tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemulihan sektor properti diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dengan tingginya permintaan hunian dari kalangan milenial dan Gen Z. Sektor perumahan menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan industri turunan seperti material dan jasa konstruksi. Karena itu, Program 3 Juta Rumah dipandang bukan sekadar program sosial, melainkan juga mesin ekonomi yang strategis.