Pada 2026, material bangunan berkelanjutan makin bergeser dari alternatif menjadi pilihan arus utama. Kesadaran lingkungan dan kebutuhan efisiensi mendorong penggunaan material yang bertanggung jawab di seluruh tahap pembangunan.
Lokal, Terbarukan, dan Tahan Lama
Material terbarukan seperti bambu dan kayu rekayasa, material daur ulang, serta produk lokal yang rendah jejak karbon makin diminati. Prinsip memilih material yang awet juga menguat, karena bangunan tahan lama pada dasarnya lebih ramah lingkungan.
Untuk Indonesia yang kaya material alami, ini peluang sekaligus kearifan. Mengangkat bambu, kayu, dan batu lokal dalam desain modern menghadirkan keindahan yang membumi sekaligus mendukung keberlanjutan dan ekonomi daerah.
Disarikan & ditulis ulang oleh redaksi RenovAsik dari berbagai sumber & laporan industri global.
