Tren lanskap 2026 bergerak menuju keindahan yang bertanggung jawab terhadap sumber daya. Taman kering dan lanskap hemat air mendapat tempat khusus, baik karena alasan keberlanjutan maupun karena gaya hidup sibuk yang menuntut perawatan minimal. Taman tidak lagi harus rakus air untuk terlihat indah.
Prinsip di Baliknya
Pendekatan ini memilih tanaman tahan kering, mengelompokkan vegetasi berdasarkan kebutuhan air, dan memanfaatkan elemen keras seperti batu serta kerikil untuk mengurangi area yang perlu disiram. Mulsa membantu menahan kelembapan tanah, sementara pemilihan tanaman lokal yang sudah beradaptasi membuat taman lebih tangguh terhadap cuaca ekstrem.
Di Indonesia, prinsip ini bisa diadaptasi meski curah hujan tinggi, terutama untuk taman yang ingin perawatan ringan dan tahan musim kemarau. Penataan yang cerdas membuat taman tetap asri tanpa menguras waktu dan air. Tren 2026 menegaskan bahwa lanskap masa kini dinilai bukan hanya dari keindahannya, tetapi juga dari seberapa bijak ia menggunakan sumber daya.
