Apa Kamu sedang mencari peluang investasi yang menguntungkan dan bisa terus meningkat setiap tahunnya? Jawaban mudahnya, Investasi properti.
Meski demikian, saat ini banyak anak muda yang kurang memerhatikan tentang investasi properti karena harganya yang semakin melambung.
Padahal sebenarnya, hal inilah yang membuat investasi yang satu ini menjadi salah satu aset berharga yang menjanjikan untuk masa depan.
Nah, Sahabat RenovAsik yang saat ini sedang menimbang-nimbang untuk melakukannya, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan.
Apa saja tips dan triknya supaya Kamu bisa mendapatkan investasi properti terbaik? Yuk kita baca penjelasan RenovAsik kali ini yaa…
Apa Itu Investasi
Properti?
Investasi properti adalah salah
satu jenis investasi yang melibatkan pembelian, penyewaan, kepemilikan,
pengelolaan sampai dengan penjualan bangunan untuk mendapatkan profit atau keuntungan.
Sekarang ini, investasi properti dianggap sebagai salah satu jenis investasi dengan nilai yang stabil dan bahkan bisa terus meningkat setiap tahunnya.
Jadi tidaklah mengherankan jika banyak orang yang cukup yakin bahwa investasi properti tidak memiliki resiko tinggi yang mengancam.
Ketika Kamu melakukan investasi properti, pastinya Kamu ingin mendapatkan Return of Investment (ROI), baik lewat hasil penjualan, hasil sewa maupun keduanya.
Hasil investasi ini bisa didapat dari aset properti berupa tanah dan semua hal yang berada di atasnya, mulai dari bangunan, rumah, pohon, jalan dan sumber daya lainnya.
Jika dilihat dari jangka waktu, investasi properti menjadi investasi yang cukup fleksibel. Kenapa? Karena bisa dijadikan investasi jangka panjang atau pendek.
Karena hal inilah, Kamu bisa menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan yang ingin Kamu penuhi.
Keuntungan &
Manfaat Investasi
Harga Cenderung Naik
Kebutuhan tanah, rumah maupun
apartemen terus meningkat setiap tahunnya, namun ketersediaan lahan yang terbatas
di kota besar membuat harga yang ditawarkan pun menjadi semakin mahal. Inilah
yang menjadikan investasi properti dinilai cukup rendah resiko.
Properti tak mempunyai harga yang terlalu fluktuatif layaknya investasi lainnya, misalnya saham. Harga properti di pasaran rata-rata naik sekitar 10-20% per tahunnya. Apabila turun pun, pembalikannya juga cepat hingga Kamu tetap bisa profit.
Penghasilan Pasif (Passive
Income)
Harga properti yang selalu naik menjadikannya
sangat berpeluang sebagai sumber penghasilan pasif atau passive income buat
keuangan Kamu.
Dari sini, Kamu bisa mendapatkan uang dalam bentuk pendapatan sewa, bunga, dividen, atau royalti dari hasil investasi properti.
Terlebih lagi, bila properti berada di kawasan sekolah atau jantung kota yang banyak diminati sebagai tempat kos atau disewakan.
Jika demikian, Dari investasi properti ini, Kamu bisa mendapatkan penghasilan hanya dengan duduk manis atau rebahan dari rumah.
Tidak Tergerus
Inflasi
Seperti yang sudah disebutkan dalam
artikel diatas ini, harga properti cenderung naik setiap tahunnya sebesar 10%
hingga 20%.
Tentu saja angka ini jauh melampaui angka inflasi rata-rata di negara Indonesia yang sebesar 3% hingga 5% per tahunnya.
Oleh karena itu, Kamu tak perlu cemas atau khawatir jika suatu saat nanti investasi properti Kamu akan tergerus inflasi secara mendadak.
Bisa Dijadikan
Jaminan
Properti adalah salah satu barang
berharga yang bisa dijadikan agunan atau jaminan ketika Kamu membutuhkan uang pinjaman
ke bank.
Jika Kamu ingin mendapatkan tambahan modal atau sedang mengalami kondisi darurat, properti bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan uang tunai.
Kontrol Harga Berada
di Tangan Pemilik
Harga dari investasi saham,
obligasi, reksadana dan lainnya tidak dapat dikontrol oleh para investor. Sangat
berbeda dengan investasi properti.
Kamu sebagai pemilik dapat mengatur serta menentukan harga jual properti secara pribadi atau mandiri.
Kamu bisa mematok tarif atau harga berapa pun disaat menjual atau menyewakan properti yang Kamu punya.
Namun tetap saja, Kamu juga harus mempertimbangkan harga pasar dan kondisi properti jika ingin properti cepat laku terjual.
Kekurangan Investasi Properti
Modal Besar
Seperti yang sudah Kamu tahu,
investasi properti memerlukan modal yang cukup besar, orang-orang sering
menyebutnya sebagai investasi padat modal.
Di pasaran Indonesia sendiri, harga properti dimulai dari ratusan juta, miliaran, dan bahkan hingga senilai triliunan rupiah.
Untuk para pemula atau anak muda yang baru menggarap investasi di bidang ini, apa sanggup memulai di angka ini?
Sulit Dijual Cepat
Harga yang cukup mahal menjadikan
properti bukan sebagai jenis investasi yang likuid atau bisa dicairkan dalam sewaktu-waktu.
Kamu memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjual atau menggadaikannya. Apalagi, jika lokasi properti kurang strategis atau kondisinya kurang baik.
Biaya Perawatan Yang
Mahal
Setelah Kamu membeli properti,
maka tidak mungkin Kamu hanya membiarkannya terlantar begitu saja, kan?
Kamu tentu membutuhkan perawatan rutin untuk properti yang dimiliki dan hal itu bisa memerlukan biaya yang cukup tinggi.
Misalnya, biaya perbaikan ketika terjadi kerusakan seperti genteng bocor, kayu rapuh dimakan rayap, kebanjiran dan lain sebagainya.
Cara Investasi Properti
Sewa Properti
Untuk mendapatkan penghasilan
pasif dari investasi properti, cara yang paling umum diaplikasikan adalah
dengan menyewakannya.
Kamu bisa membeli properti dalam bentuk apa pun, seperti rumah, apartemen, townhouse maupun kost-kostan untuk kemudian disewakan sebagai tempat tinggal.
Selain itu, Kamu juga bisa membeli ruko sampai gedung perkantoran yang bisa disewakan untuk kepentingan komersial dan bisnis.
Cara investasi dengan cara sewa ini bisa membuat Kamu mendapatkan penghasilan pasif atau uang secara rutin atau berkala.
Kamu bisa menyewakan properti atau bangunan seperti rumah kontrakan atau kost-kostan dalam jangka waktu bulanan maupun tahunan.
Properti Flipping
Investasi flipping merupakan cara
investasi dengan membeli properti yang harganya jauh lebih murah dari harga
pasaran.
Kemudian, Kamu bisa melakukan renovasi dan menjualnya kembali dalam waktu yang terbilang singkat dengan selisih harga yang mendatangkan profit.
Pelaku bisnis ini disebut dengan flipper. Sementara, strategi atau teknik penjualannya disebut dengan flipping.
Meski cara investasi properti ini belum begitu populer di Indonesia, bukan berarti Kamu tidak bisa mendapatkan keuntungan dari cara ini.
Contohnya, Kamu membeli rumah bekas seharga Rp 250 juta. Kemudian, rumah itu direnovasi dengan total pengeluaran Rp 150 juta. Lalu, Kamu jual kembali dengan harga Rp 650-750 juta.
Cara investasi ini pastinya menguntungkan dalam jangka pendek karena prosesnya cepat dan bisa mendapatkan profit dalam waktu relatif singkat.
Investasi Properti
Online
Di era teknologi yang semakin
maju seperti saat ini, investasi properti juga bisa dilakukan dengan cara
online atau daring.
Kamu bisa mencari investasi properti online terpercaya melalui aplikasi atau platform yang telah banyak terdaftar di OJK.
Aplikasi online ini akan menghubungkan Kamu sebagai para investor langsung dengan para property asset manager.
Cara ini memungkinkan Kamu sebagai investor untuk berinvestasi properti dengan modal yang cukup terjangkau.
Ada beberapa cara yang bisa dipilih, seperti patungan dengan investor lain atau membeli saham emiten properti dengan harga murah.
Tetapi, pastikan investasi yang dilakukan aman yaa…, supaya Kamu bisa mendapatkan keuntungan tanpa harus mengalami kecolongan.
Tips Investasi Properti Biar Cuan
Lokasi yang Tepat
Hal terpenting dalam investasi
properti adalah pemilihan lokasi yang tepat. Lokasi strategis, misalnya berada
di sekitar sekolah atau universitas, dan di dekat pusat bisnis atau
perbelanjaan.
Lokasi ini pun akan memengaruhi harga jual properti nantinya. Lokasi properti yang strategis, mudah dijangkau dan dekat dengan pusat keramaian pastinya memiliki harga jual yang lebih tinggi dan peminat yang banyak.
Pilih Pengembang yang
Terpercaya
Kamu harus mencari tahu latar
belakang dari pengembang (developer) properti. Jangan mudah percaya dengan
pengembang yang terkenal, namun tidak bisa mempertanggungjawabkan penawaran dan
kesepakatannya.
Pilihlah developer yang mempunyai pengalaman minimal 5 tahun di bidang properti. Caranya, Kamu bisa mencari tahu testimoni dari pengguna jasa lainnya di internet.
Mempersiapkan Dana
Tidak hanya biaya, Kamu pun perlu
mempersiapkan dana tambahan yang harus ditanggung dalam proses berinvestasi.
Contoh, biaya booking fee atau uang tanda jadi, uang muka sebesar 20% hingga 50%, dan juga biaya angsurannya.
Selain itu, ada juga biaya lainnya seperti biaya bank ketika Anda ingin membeli properti dengan menggunakan KPR, biaya asuransi, biaya pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, sampai dengan pembiayaan notaris dalam mengurus akta dan sertifikat jual beli.
Ikuti Perkembangan
Harga Pasar
Jangan terburu-buru dalam membeli
properti. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah mencari tahu
lebih banyak tentang harga pasar.
Kamu bisa mengecek harga bangunan secara online atau dengan melakukan riset langsung. Terlebih dahulu, bandingkan harga beberapa properti sebelum memutuskan untuk membelinya.
Disisi lain, jangan takut untuk membeli properti disaat harga pasar sedang turun. Ketika harga turun, maka itulah saat yang tepat bagi Kamu untuk membeli.
Apa pasal? Harga properti cenderung sangat cepat naik kembali dan Kamu akan dijamin mendapatkan profit yang cukup besar.
Cek Legalitas
Properti
Pastikan sertifikat tanah yang
dikeluarkan oleh developer dari bangunan yang Kamu beli sudah sah secara hukum.
Bagi anak muda yang belum mengetahui tentang legalitas properti, Kamu bisa memastikan hal ini dengan bertanya pada notaris yang mengurus akta tanah.
Surat-surat ini akan menjadi bukti dari status kepemilikan tanah dan fasilitas lainnya yang sudah Anda miliki.
Bagaimana, cukup lengkap dan mendetail kan informasi dari RenovAsik kali ini? Semoga bermanfaat yaaa…
