Meski Selalu Terpapar Matahari Inilah 3 Cara Membuat Dinding Rumah Tetap Sejuk
Punya rumah yang menghadap ke arah barat atau bertatapan langsung dengan matahari kerapkali menjadi sebuah problema.
Rumah dengan arah seperti ini akan membuat atmosfer dan suhu ruangan di dalam hunian menjadi terasa panas sepanjang hari.
Sebab apa? Dinding rumah yang selalu terpapar matahari secara terus menerus akan menyimpan panasnya, bahkan hingga saat malam hari tiba.
Dan hal ini bisa mengakibatkan, penghuni rumah selalu merasa kepanasan karena seperti layaknya tinggal di dalam oven yang menyala.
Disisi lain, suhu panas yang berlebihan justru akan membuat biaya pemakaian listrik untuk Air Conditioner (AC) semakin membengkak.
Lalu bagaimana cara membuat dinding rumah agar tetap terasa sejuk? Sahabat bisa ikuti tips praktis ala RenovAsik dalam artikel ini.
1. Menanam Pohon
Menanam pohon di depan rumah bisa menjadi salah satu cara
supaya dinding rumah tetap sejuk meski langsung berhadapan dengan matahari.
Pohon-pohon di halaman rumah ini bisa meredam panas matahari dengan mudah agar tidak langsung menghantam dinding rumah.
Ada beberapa jenis tanaman atau pohon yang bisa Anda gunakan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan jenis pohon atau tanaman rambat.
Selain berfungsi meredam panas terik matahari, tanaman akan membuat rumah hunian menjadi terlihat lebih hijau dan segar.
2. Memasang Kanopi
Kanopi juga bisa menjadi salah satu elemen yang dapat Anda
gunakan untuk menghalangi terik sinar matahari yang datang.
Jadi, dengan memasang kanopi, paparan sinar matahari tidak akan mengenai dinding rumah hunian secara frontal.
Penggunaan kanopi sangat efisien untuk membantu menetralkan suhu di dalam ruangan di rumah Anda.
Disisi lainnya, kanopi juga bisa berfungsi untuk mencegah air hujan masuk ke rumah disaat musim penghujan tiba.
3. Menggunakan Skin Sekunder
Serupa dengan kanopi, untuk menghalangi terik matahari
menghantam tembok adalah memasang skin sekunder (secondary skin).
Skin sekunder adalah salah satu bagian terluar dari fasad bangunan, yang umumnya tidak langsung menempel pada dinding eksterior rumah.
Seperti namanya, skin sekunder, umumnya digunakan oleh arsitek sebagai lapisan kedua yang berfungsi untuk melindungi rumah.
Dengan lapisan kedua ini, terik matahari yang masuk ke dalam sebuah rumah bisa terkontrol dengan baik.
Hmmm, dari ketiga cara ini, mana yang sudah Sahabat gunakan?